Informasi Utama
Sebagai bagian dari penerapan Kurikulum Merdeka, sekolah kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari perundungan. Program Anti-Bullying ini dirancang agar sejalan dengan prinsip Kurikulum Merdeka yang menekankan pada pembelajaran berbasis karakter, kebebasan berekspresi, serta penguatan profil Pelajar Pancasila.
Tujuan Program
Menumbuhkan sikap saling menghargai dan menghormati keberagaman.
Mencegah segala bentuk perundungan, baik fisik, verbal, maupun digital.
Membentuk budaya sekolah yang positif dan mendukung perkembangan setiap siswa.
Mengintegrasikan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Prinsip Utama dalam Kurikulum Merdeka
Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan YME – Mengajarkan nilai moral agar siswa tidak melakukan tindakan merugikan orang lain.
Berkebinekaan Global – Menghargai perbedaan budaya, agama, dan latar belakang teman.
Gotong Royong – Menumbuhkan solidaritas dan kebersamaan untuk mencegah bullying.
Mandiri – Melatih siswa berani menolak dan melaporkan tindakan bullying.
Bernalar Kritis – Membantu siswa memahami dampak buruk bullying terhadap diri dan lingkungan.
Kreatif – Mengajak siswa membuat kampanye kreatif anti-bullying melalui poster, drama, atau media digital.
Peran Sekolah
Guru menjadi teladan dalam sikap menghargai dan mendukung siswa.
Sekolah menyediakan ruang aman untuk pelaporan kasus bullying.
Mengintegrasikan tema anti-bullying dalam proyek pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka.
Melibatkan orang tua dalam sosialisasi dan pendampingan siswa.
Harapan
Dengan adanya Program Anti-Bullying berbasis Kurikulum Merdeka, kami berharap siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter kuat, menghargai sesama, dan mampu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman. Program ini bukan hanya untuk mencegah bullying, tetapi juga untuk membangun budaya sekolah yang sehat dan mendukung perkembangan Profil Pelajar Pancasila.
"Pelajar Pancasila, Hebat Tanpa Bully!"